9 November 2017

Ketika Teman kecil Besanan

“ Nanti tolong ke Musholla dulu ya, ustadz nya sudah datang Bapak sedang menjenguk bude yang sedang sakit, insya Allah nanti Bapak nyusul” begitu ucap Bapak dari ujung telepon
“ Loh memangnya ada acara apa di Musholla?” tanyaku yang baru saja pulang dari Kajian Muslimah di Masjid
“ Acara anak anak TPQ menyambut Ramadhan, Bapak ngundang Ustadz dan beliau sudah berada di Musholla sekarang “ Lanjut Bapak
“ iya pak insya Allah “ ucapku

Sebenarnya ada rasa malas untuk ke Musholla karena masih sedikit lelah, akhirnya masih dengan pakaian yang sama karena belum sempat berganti pakaian aku dan adikku menuju ke Musholla Ar Rahman
Sesampainya di Musholla dari pintu masuk, ku longok kan kepalaku ke bagian depan tempat sholat pria,
sepii..
hanya terlihat dua pemuda yang sedang berbincang bincang duduk di ujung shaf..
Tidak terlihat tanda tanda keberadaan ustadz nya
“ hmm.. belum ada kok Ustadznya” gumamku dalam hati
Aku langsung menuju ke tempat sholat wanita dan bertemu dengan santri santri TPQ
Akhirnya oleh bu Zaitun acara di mulai, setelah runtunan acara pembukaan selesai maka dipanggillah Ustadz untuk memberikan tausiyah
Pemuda yang memakai koko hijau tua itu beranjak menuju ke depan
“oh rupanya itu ustadznya “ gumamku dalam hati tidak terlihat seperti ustadz..hihi

Dilain kesempatan saat membuka sosial media milikku ada permintaan pertemanan dari seseorang, hampir saja aku memilih tombol ignore karena merasa tidak kenal , tapi urung
Setelah melihat profil aku tau bahwa dia adalah lelaki yang ingin dikenalkan oleh temanku
( belakangan ternyata diketahui bahwa andai saja aku menekan tombol ignore mungkin akan lain kisahnya , karena dia tidak akan mengulang untuk meminta )

Cuplikan kisah di atas adalah pertama kali aku dipertemukan dengan seorang yang sekarang menjadi pelengkap Dien ku ( baca : suami )

Dan ayah dari anak anakku sekarang adalah orang yang sama dari dua kisah di atas
Seorang yang belum pernah aku temui sebelumnya dan ternyata ayah beliau adalah teman sepermainan dan teman sekolah ayahku ketika sekolah dasar ( sampai sekarang nenek suami yang biasa kami panggil oma, selalu terkekeh kekeh ketika ingat bahwa ayah kami adalah teman sepermainan ketika kecil )
Beliau juga adalah teman sekantor ayahku yang diminta untuk mengisi tausiyah di musholla tempat tinggalku
Dan beliau juga berteman dengan temanku yang akhirnya memperkenalkan kami

Beberapa saat setelah pertemuan pertama dan accept di sosial media
Orang tua suamiku berkunjung ke rumahku dengan maksud merisik karena ketika itu suamiku ( yang ketika itu masih calon ) sedang melanjutkan studi profesinya di kota Jogja
Dan apa yang terjadi saat pertemuan itu
Ayahku dan ayahnya reuniaann.. haha

Mengingat kisah pertemuan kami selalu mengingatkan kekuasaan Allah swt akan rahasia Nya mengenai takdir manusia
Ketika kita hambaNya tidak pernah tau sebelumnya dan Allah swt akan menjadikan kita tau sesuai waktu yang telah ditetapkan Nya
Selain jodoh , begitu juga Allah swt memperlakukan takdir kita yang lain
Rezeki dan Maut

Maka untuk yang masih dalam penantian menjemput jodoh yang belum juga bersua maka janganlah gusar karena ada skenario Allah swt akan menjadikannya indah pada waktunya

Tulisan ini saya apresiasikan kepada mba moniq, pemenang arisan tulisan pekan ini di rumbel menulis IIP Batam

Batam, 10 Nov 2017

Tidak ada komentar:

Posting Komentar