15 September 2010

Akhwat bercadar itu temanku...

-->
kak ichaa.." sayup-sayup suara seorang wanita terdengar memanggilku di tengah gemuruh suara check sound di masjid malam itu
Ku hentikan langkahku mendadak dan mengarahkan pandanganku ke asal suara yg berada tepat di belakang kiri bawah tempatku berdiri..
terlihat seorang wanita yg seluruh tubuhnya ditutupi oleh kain warna coklat tua pekat hanya sepasang matanya saja yg bs kulihat dan mata itu tersorot padaku menjadikan aku mampu mengidentifikasi siapa pemilik mata itu..
muslimah itu adalah Asma ( not d'real name)..
Jalanku yang tergesa2 tadi memang untuk bertemu dengannya,, kami sepakat bertemu malam ini di Masjid Agung
aku tersenyum padanya tapi aku tidak tau apakah ia juga tersenyum padaku,, selanjutnya aku mendekatinya sambil berkata "ya Allah.. asma ya??"
Buru - buru kuraih tangannya yang tersembunyi dibalik kerumunan kain labuh berwarna coklat tersebut,. kugenggam erat tangannya dengan sdikit kuguncangkan yang memang menjadi kebiasaanku saat bersalaman
Kami berpelukan,,kutahan agak lama pelukan itu sambil kuelus - elus punggungnya hingga menyebabkan jilbab extra lebarnya bergoyang2.. entah kenapa terbit rasa haru yg mendalam,aku menjadi melow sejenak..* ihik :(
"kangen banget sama asma"..lanjutku sambil melepas pelukan..
"kak icha habis sakit ya?"ah..ga kok as.." jawabku
mungkin ia menangkap wajahku yg sedikit kelelahan,,*eng..kelelahan ato kucel ya..ehe
Asma gadis manis yg usianya setahun lebih muda dariku itu kini telah merubah penampilannya.. merubah atau berubah? entahlah yg pasti tidak "terubah" (tidak sengaja berubah)..karena ia melakukan hal tersebut dengan penuh kesadaran & keyakinan dirinya..
Yup..Ia kini sudah mengenakan hijab (cadar-red)
aku sudah mengetahui perubahan tersebut dari pernyataannya saat bertukar kabar melalui sms tempo hari,, sudah cukup lama kami tidak bertemu,, sejak ia menyatakan pengundurannya dari barisan dakwah ini
masih teringat saat itu aku dinobatkan sebagai saksi pengundurannya,,*ehe
aku,dia dan guru pembimbing.. kami bertiga duduk di tangga luar masjid dengan tidak ada yg berani saling memandang,,ketiganya mengarahkan pandangannya ke gedung DPRD kota Batam yg tepat berada di hadapan kami,terletak di samping masjid tempt kami berada..
saat itu baru beberapa bulan saja aku mngenalnya dalam sebuah haloqah,
"akhwat yg saklek"..begitulah mungkin aku dan beberapa teman - temanku menilainya..
disaat kami semua tertawa karena tingkah tmn yang lucu,ia hanya mengeluarkan suara tawa & ekspresi datar :|
Dan ada pula teman yang malah menarik diri darinya karena mungkin caranya yg telalu "tight" dalam mengajak pada kebaikan..
Jadi teringat kata - katanya Syeikh Abu Mukmin dari Palestina yang beberapa waktu lalu berkesempatan berkunjung ke Batam..
Dalam sebuah taujih ketika menghadiri acara ifthor jama'i.. beliau mengatakan bila kita melakukan dakwah dengan keras maka kita tidak akan mendapatkan apa yg diinginkan,,
memang benar pernyataan ini,,maksud hati ingin mngajak kepada kebaikan malah berbalik menjadi membenci karena cara penyampaiannya yg salah atau mungkin hanya kurang tepat saja..
dalam QS Al Asr : 3 .... kita harus saling menasehati dalam kebenaran,,namun setelahnya kita disuruh bersabar,, jd untuk menjadi baik atau mengajak kepada kebaikan itu ga' instant,,
Alhamdulillah aku maklum akan sifatnya yang demikian,sehingga walopun bisa dibilang baru kenal tapi sprtinya ia sedikit open padaku,ia pun menjadikanku tempatnya sharing dan jg org pertama yg diberi tau mengenai maksud "beralih manhaj" yang akan ia lakukan..
Aku tidak lantas mendoktrinnya atau men”cap”nya macam2 saat ia mengutarakan keinginannya tersebut ..Tanggapanku kala itu positif karena manhaj yang mjadi pilihannya tsb memang baik dalam hal tauhid dan aqidah.. namun tidak dalam muamalah..
Dan aku tak ingin memaksanya untuk kembali ke barisan dakwah,,apalagi memojokannya,karena itu bukan solusi dan aku pikir hal tersebut hanya akan membuat dia malah menjauhiku..aku begitu paham akan tabiatnya yang keras sehingga ia tidak akan mungkin terpengaruh bila telah benar - benar bulat untuk hal yg sangat2 serius seperti itu..
dan terlihat sekali kala itu ia sangat2 membutuhkan teman untuk berbagi,,aku yang sebenarnya saat itu juga sedang menghadapi klimaks(puncak) suatu masalah yang sedang ku hadapi menjadi berdamai dengan diri untuk tetap serius mndengarkan detil cerita kegelisahan hatinya tersebut..
Ahirnya kami hanya bs melepasnya berjalan terpisah dari kami walaupun insyaAllah tujuan kami sama.. ALLAH Ghayatunna..
Malam berjalan.. Jama'ah i'tikaf satu per satu mulai berdatangan,,
Kami sempatkan mengobrol sedikit,, aku tak lagi dapat melihat ekspresi wajah datarnya itu ,,karena cadar yg menutupi wajahnya.. yaps hampir seluruh wajahnya,,benar2 hanya kedua matanya saja yg terlihat, bahkan jidatnya pun tidak terlihat…( tidak seperti gaya cadarnya Riyanti Cartwight dalam film AAC.. )
Seperti biasa aku selalu bersemangat dalam berbicara,apalagi untuk kesempatan yang jarang seperti ini,, karena dapat dipastikan kami akan jarang untuk bertemu lagi,, memang dia lah teman pertamaku yg bercadar,. Ia sudah tidak bekerja di kantor lagi,dan lebih memilih untuk bekerja di rumah saja..aku pun menanyakan bagaimana perasaannya setelah bercadar? ia menyatakan amat lega walopun terancam diusir dari rumah.. karena orang tua nya yang sedikit bertentangan dengan pilihannya tersebut..
aku sangat prihatin dengan keadaan tersebut,, namun sebenarnya aku bingung harus bersikap bagaimana,,aku hanya berusaha bersikap netral,, perbedaan yg ada tidak perlu dijadikan alasan untuk menjauhi orang seperti Asma ini,, kita tidak tau mana yg lebih baik dimata Allah swt.. yang bisa dilakukan hanya mendo'akannya semoga apapun itu Allah memudahkan jalannya,,
Aku menyarankan ia untuk cepat2 menikah (dan berharap diriku juga demikian :D)..
ia pun menyatakan insyaAllah ia sudah memikirkannya dan sudah ada yg menawarkan nadzhor & ta'aruf padanya..
Semoga dimudahkan.. :)
Di akhir pertemuan aku mengantarnya menuju parkiran motor di belakang masjid,, kami berjalan berdampingan,aku menggandengnya.. karena tampilannya yang seperti ini memberikan kesan ia menjadi lebih tinggi dan lebih kurus.. sekilas aku melihat pantulan kami di kaca yg berjejer di samping kanan ,, terlihat seorang akhwat bercadar berjalan dg akhwat berkacamata dg jilbab pink lebar,berbaju batik maroon pink, dan mengenakan rok pink ke peach2an,,*ihi,, aku suka pemandangan ini,, dulu ketika masih kecil aku takut sekali melihat sosok seperti yang berada di sampingku, tapi kini aku mampu berjalan berdampingan dengannya.. *senangnya
Indahnya persaudaraan.. ^.^
persahabatan ini akan tetap dan terus terjalin ... insya Allah.. :)
Cerita malam itu.. malam 22 Ramadhan 1431 H, Masjid Agung Batam...
senang bisa mengenalmu.. :)

5 komentar:

  1. rase2 saye tahu lah siapa asma tuh...
    tapi tak pasti juga....
    (memancing tebak2n baru, biar dapat poin)

    BalasHapus
  2. dah lah jgn memancing di air keruh,, *halah

    kalo ente tau,,simpan aja baik2 dlm hati..
    tak patut dijadikan tebak2an..

    *bukan ngeles biar ga kesaing poin nya ya,, ehe

    posisi smentara sy msh unggul dg skor 3:1

    BalasHapus
  3. baiklah....
    tunggu je saat nya.......
    saye akan mencari poin tambahan...

    BalasHapus
  4. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  5. asslamualikum ukhti salam kenal yah

    BalasHapus