2 Agustus 2010

SSS ( Setara,Sama,Seimbang) ??

"Untungnya cuma perempuan yg melahirkan,kalau laki2 juga melahirkan wah bisa berantakan.. siapa yg ngebantuin ngurus anak?? suami istri dua2nya bakal kasi statement aku juga hamil,,aku juga melahirkan,,juga merasakan sakitnya.."

begitulah celetuk teman sekantorku dengan gaya khasnya saat menjenguk teman kantor yang melahirkan
seketika tawa renyah pecah mendengar celetukannya.. :)kira2 kenapa ya wanita yg harus mengandung dan melahirkan?? sementara lelaki tidak?

ya iyalah udah kodratnya kaliii..hmm,,
Aku langsung teringat sbuah pertanyaan kritis dari sahabiyah di jaman Rasul yang hampir2 mirip sama pertanyaan di atas..


Asma binti Sakan,beliau suka hadir dlm pengajian Rasul SAW,pada suatu hari beliau bertanya " ya Rasulullah SAW,engkau diutus Allah kepada kaum pria dan wanita,tp mengapa byk ajaran lebih byk untuk kaum pria?? kami para wanitapun ingin seperti mereka,kaum pria diwajibkan shalat jum'at sedangkan kami tdk,mereka mengantar jenazah ,sementara kami tidak,mereka diwajibkan berjihad sedangkan kami tdk,bahkan kami harus mengurusi rumah,harta dan anak mereka,kami ingin
seperti mereka,maka Rasul SAW menoleh kpd sahabat sambil b'kata "tdk pernah aku mendapat pertanyaan sebaik pertanyaan wanita ni,, wahai Asma sampaikan kpd seluruh wanita di belakangmu, jika kalian berbakti kpd suami dan bertanggung jawab dlm keluarga kalian, maka kalian akan mendapatkan pahala yang diperoleh kaum pria tadi..


Subhanallah..
so buat para wanita jgn khawatir.. Allah itu maha adil :) dalam urusan ibadah lelaki dan wanita itu setara hanya tingkat keimanannya lah yang membedakan derajat mereka,,
walau bagaimanapun lelaki tidak akan bisa menggantikan posisi wanita dalam hal kodrati seperti hamil atau melahirkan namun tentu keseimbangan itu akan tercapai bila pria pun mengimbanginya dengan saling memberikan kontribusinya dalam rumah tangga,,jadi saling mengisi.. lelaki sdh memiliki tugas dan tanggung jawab yg juga amat berat yaitu memberi nafkah dan tidak sampai disitu aja lelaki wajib membimbing keluarga ( istri dan anak) menuju ke kebaikan untuk meraih JannahNya Allah.. karena kodrat lelaki adalah sebagai pemimpin (qowwam), ia tidak berdiri sendiri namun dipundaknya ada kewajiban atas istri dan anak2nya.. ( bukankah ini lebih berat dari hamil dan melahirkan??? )

kalau pernah liat berita tentang lelaki yang hamil baru2 ini di Amerika itu karena ia pada dasarnya wanita yang sengaja merubah dirinya menjadi lelaki namun tampak luarnya saja yang berwujud laki laki sementara organ dalamnya masih murni wanita, masih memiliki rahim.. jgn lantas mengada ngada kalo laki2 jg ada yg bisa hamil.. kecuali bila Allah berkehendak..

tp berdasarkan cerita sahabiyah di atas wanita yg memperoleh pahala lelaki (suami) tentu yg telah memiliki suami ,, bagi yang belum gimana?? hehe, sementara sambil menunggu tetap bisa meraih keberkahan dan pahala dari Allah swt dengan ibadah lain ^_^ walopun tetep lebih sempurnaan yg udah berkeluarga.. :)

lanjutt..
disitulah letak keseimbangan yg telah Allah SWT atur, semuanya jelas ada di Al Qur'an..
dibedakan bentuknya(pria&wanita) tentu fungsi dan tanggung jawabnya pun beda juga,,kalau lah smua fungsi sama kenapa bentuknya harus dibedakan,, pasti Allah ciptakan aja manusia di dunia ini lakiii2 smua atau perempuaan smuanya..

" Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir"( QS. Ar-Rum:21)

"Ya Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami isteri-isteri dan keturunan kami sebagai penyejuk (pandangan) mata (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa'."
(Qs. Al-Furqaan: 74)

Jika kita bicara mengenai keadilan antara pria dan wanita dalam Islam, kita tidak membahas masalah besarnya angka,kalau dinilai berdasarkan kuantitas yg sama maka pasti akan ada yang beranggapan begini,,betapa tidak adilnya Islam saat m'bagi hak waris, mengapa bagian laki2 lebih banyak yaitu 1/2 bagian sedangkan wanita hanya 2/3 bagiannya saja??


tunggu dulu..jgn buru2 meng"iya"kan
lalu jawabannya mengapa demikian..karena laki2 memiliki tanggung jawab atas istri dan anaknya pastinya bagian laki2 tdk hanya diperuntukkan untuk dirinya sendiri namun dari bagian yg 1/2 tersebut secara otomatis jg ada hak istri dan anak2nya juga
sementara bagian wanita walaupun hanya 2/3 tetapi tidak di bagi lagi hanya diperuntukkan untuk dirinya sendiri dan ia pun akan mendapatkan bagian dari suaminya.. dan kalaupun ia menggunakan untuk biaya kehidupan rumah tangga hal itu dilakukan hanya ingin membantu meringankan beban suami dalam membiayai keluarga..( adil itu bukansama tapi seimbang )
di saat kaum liberalisme dan feminism sibuk berkoar2 masalah persamaan gender dengan dalih emansipasi ,sebenarnya jauh sebelumnya Al Qur'an sudah menetapkan kedudukan pria dan wanita,,

"Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka)" ( Q.S An.nissa : 34 )

lelaki memang diciptakan lebih ( dilebihkan ),, maksudnya agar mereka menjadi pemimp

in bagi wanita dengan segala kelemah lembutan .. namun bukan berarti segala kewenangan ada pada mereka,,wanita diciptakan untuk mendampingi lelaki.. yah semacam simbiosis mutualisme lah,,

" untuk urusan dapur dari namanya masak, cuci piring, bersihin rumah,ngurus anak itu gak mutlak kewajiban istri, gak ada dalilnya yang menyatakan demikian tapi itu semua menjadi kewajiban bersama ( suami istri ), kalaupun itu menjadi kewajiban istri seperti yang banyak kita lihat di masyarakat itu hanyalah produk budaya.."salah satu ungkapan seorang teman yang aku temukan hasil obrak abrik arsip di messenger ku...
dalam hal urusan rumah tangga suami istri harus bekerja sama namun walau gimana pun posisi lelaki tetap pemimpin bagi wanita.. dia lah panutan , dia lah kepala keluarga, dia lah nakhoda dan wanita tetap menjaga kewibawaan suami karena bagi wanita yang telah menikah insya Allah ridho suami adalah ridho Allah swt

>> sepulang dari rumah sakit, seorang bapak yang juga teman sekantorku mengabsen siapa2 aja yg belum dapat giliran melahirkan ( menikah ),tersebutlah salah satunya namaku.. aku tanggapi dengan hanya tersenyum dengan senyuman yang terpaksa di buat2..hihi :D
ayoo siapa lagi nih yg nyusul,,cepetan2.."menikah itu enak loh,,jadi lebih terarah,,pokoknya enaklah "kata seorang mba yg sdh menikah kepancing komporan si bapak..
"kamu tuh apalagi yg ditunggu?kuliah udah selesai,kerja udah,,usia udah cukup..apa perlu bpk cariin jodoh? atau sdh ketemu jodohnya?"kali ini semua pertanyaan itu di arahkan kpd ku..
lagi2 hanya bisa tersenyum dan berucap santai "setiap hari juga udah ketemu jodoh (alamat kantorku) kok pak" ehhee.. padahal dalam hati teriak "menikah?? kabulkanlah ya Allah" :)

Sya'ban 1431 H

ditulis dg penuh semangat disela2 pkerjaan kantor yg menumpuk,,saking smangatnya mrasa nih tulisan berantakan bgt ya..afwan,,mdh2an pembaca paham akan mksud dari tulisan ana ini..mohon koreksi bila ada tersilapp ^_^

2 komentar: