29 Desember 2010

.... MA'ISYAH ...

[ … Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma'ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya ]
AL-BAQARAH :233

Atas dasar ayat inilah para suami yang merupakan qowwam berkewajiban dan bertanggung jawab menafkahi keluarganya dengan cara yang makruf..

Lalu apakah kesiapan akan hal tersebut harus sudah ada pada diri ikhwan setelah seorang ikhwan(laki-laki) menyandang predikat sebagai seorang suami / ayah ataukah sebelumnya?

Setelah NIAT, ILMU dan MENTAL untuk mengaplikasikan ilmu yang sudah dimiliki ,ternyata seorang lelaki yang telah memutuskan siap untuk mengarungi biduk rumah tangga ( menikah ) sebaiknya harus memilki mental tambahan,,yaitu “ mental survive dan pantang menyerah” untuk mencari ma’isyah, itulah yang dimaksud dengan kesiapan bermateri bukan kesiapan materi" seperti dalam sebuah cerpen yang saya baca di note fesbuk dengan judul Pengaman Pernikahan (Pra – Nikah ) [silahkan di klik tulisan judulnya kalo mau baca lengkapnya]

mengapa kesiapan bermateri?? karena bila membicarakan masalah kesiapan materi, maka saat itu kita tengah membicarakan tentang materi, yang tentu saja bersifat eksternal. Berbeda apabila kita tengah berbicara kesiapan bermateri, maka yang tengah kita bicarakan ialah masalah mental. Ranahnya masuk pada hal yang bersifat internal” begitulah sepenggal kalimat yang saya baca dan saya pahami

namun sebagian masyarakat saat ini selalu beranggapan bahwa lelaki yang dikatakan sanggup menikah adalah wajib memilki materi,walaupun berupa pemberian dari orang tuanya tidak menjadi masalah bagi mereka, apakah itu berupa perusahaan, rumah,tabungan,kendaraan,,bla - bla.. karena materi - materi tersebut merupakan jaminan kebahagiaan kehidupan mereka..

jadi bagaimana ini?? bagi para ikhwan yang belum memiliki materi yang termasuk kategori cukup jangan khawatir karena wanita muslimah akan lebih memilih lelaki muslim yang memiliki kesiapan bermateri bukan kesiapan materi..

tidak masalah bila memang seorang ikhwan sudah memiliki materi seperti yang disebutkan tadi,namun tetap harus memiliki mental survive dan gak mudah menyerah karena mental tersebut merupakan modal yang sangat penting.. hal tersebut bisa dilihat dari kegigihan seorang ikhwan dalam ikhtiarnya mencari ma'isyah,. bukan ikhwan yang malas dan berpasrah diri sebelum berusaha..

dan tugas istri selalu lah menjadi penyemangat bagi suami dalam mencari nafkah,,
karena sang suami telah bekerja,berpeluh dari pagi hingga sore,bahkan mungkin malam untuk memenuhi kebutuhan keluarganya,.

namun tentu dalam mencari nafkah janganlah terlalu berlebihan (workaholic ) atau gila kerja sampai lembur hingga larut malam setiap harinya, sehingga bertemu keluarga pun menjadi sangat jarang sekali,, padahal keluarga tidak hanya membutuhkan nafkah yang deberi berupa harta namun juga dibutuhkan kehadiran sang ayah atau suami ditengah - tengah mereka,,

dan sebagai seorang istri juga memiliki tugas untuk menjaga harta suami dan juga memeliharanya agar harta yang telah diperoleh melalui keringat,darah dan airmata(lebay ya..hhe) tidak menjadi sia - sia, ada istri yang siap menjaga tanpa bayaran.. ^^V

dari semua yang telah diuraikan mengenai ma'isyah.. tetap taqwa lah yang menjadi urutan pertama dalam menentukan kriteria calon suami atau istri..

berikut cuplikan yang saya tulik dari cerpen di atas [ Tumbuh keyakinan dihatinya bahwa dengan Ketaqwaan berarti pasanganku akan selalu menjaga Allah dengan menjaga amalan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Disebabkan pasanganku telah menjaga Allah, maka aku yakin Allah pun akan menjaganya.Tercipta kemantapan batinnya, bahwa dengan ketaqwaan maka pasanganku akan selamat dari sifat kemunafikan. Insya Allah perkataannya bukanlah dusta ] .. jurus jitu buat menumbuhkan sikap saling percaya terhadap pasangan,, insya Allah

bagi yang sudah ada keinginan,atau sudah siap atau mungkin sudah punya calon,atau mungkin juga sudah di approved,lagi sibuk dengan biaya mahar,hantaran,walimahan bla - bla.. atau yang lagi menghitung hari menuju hari H... semoga sedikit memberi kemantapan hati :) Barakallah..

bagi para calon ayah yang mungkin sedang bersiap - siap dan sedikit khawatir akan ma'isyah untuk keluarganya kelak..

22 November 2010

cuma Dua Ratus Juta saja

..السلام عليكم..
rumah (blog-red) ini sudah mulai tak terurus,,
hasil copasan lama masih saja terpajang di halaman depan,,
aksesoris rumah lainnya sepertinya sudah mulai kusam.,
oke2,, hari ini aku mulai bersih - bersih dan merefresh kembali,tapi ga pengen ganti template,, tar aja,. malas (teteup ).. bukan gitu juga,,tapi masih nyaman dengan template yang ini,,
terlepas dari itu semua,, niat saya memang ingin add the newest posting,, seenggaknya ketauan kalo pemilik rumah lagi ada dirumah,,
cabut - cabut rumput,, siram - siram bunga.. bersihin kaca jendela,,kibas - kibas keset hhi :D
karena "katanya" sedang hibernasi dari jejaring yang di sebelah sana (kalo diartiin perkata jadinya mukabuku)..
mulai ingin meminimalisir dampak kurang baik yang timbul akibat menjadikannya sebagai routine check,,
mudah2an saja dengan mem"puasa"kan diri darinya,membuat diri ini menjadi terbiasa..
sehingga waktu yang ada bisa digunakan untuk hal - hal yang lebih bermanfaat.. (*smoga bisa..amin) seenggaknya bisa mengurangi saja mudah2an akan lebih baik.. karena sebenarnya dampak positivenya juga banyak dari sekian banyak dampak negativenya... pandai - pandai kita saja menyikapinya :)

ceritanya lagi dikantor nih,, on the my office desk,,
di penghujung hari ini,, dari meja kerja agak mendongak ke atas kelihatan jam dinding menunjukkan pukul 17.00 teng..
bila diputar beberapa jam lalu,, sedikit terjadi kehebohan di ruang kerjaku, pasalnya tiba - tiba menumpuk tumpukan - tumpukan rupiah dengan jumlah yang bagiku cukup banyak di atas mejaku,,
200 jutaan.. mungkin bagi sebagian orang uang tersebut tidak terlalu banyak,, karena saat ini banyak yang telah bermain - main dengan angka miliyaran bahkan triliunan,,
padahal uang dua ratus juta tersebut hanya diecer dg uang pecahan 50 ribuan,. kemungkinan beratnya mencapai 3 kiloan..( kalo diecer pake uang cepek-an bakal jadi berapa kilo yah?)

alhasil,, teman2 kantor pada numpang poto - poto dengan modelnya tak lain adalah tumpukan uang 200 jetian tadi,,hha (katro').. padahal aku juga ikut-ikutan narsis berduet poto bareng uang tersebut hhi,, :D
mungkin karena ruangan kerjaku yang agak vulgar,, jadi ada duit tergeletak manis di atas meja mengundang tetangga2 sebelah berkunjung dan membuat suasana menjadi hiruk pikuk,,
seorang teman yang bila diperhatikan agak mirip dengan sosok "gayus" yang lagi tenar itu mulai beraksi mengangkat tumpukan uang dan berpose,, teman satu lagi menjepret aksinya sambil berkata " Gayus lari ke Batam",, sebentar lagi ia akan memajang foto tersebut sebagai pic profilenya :D

hmm,, seandainya saja uang sebanyak itu menjadi milikku.. ( mulai deh,.)
kan hanya seandainya,, kira - kira aku habiskan untuk apa ya uang - uang tersebut??
untuk apa ya?? kalo sudah banyak uang malah bingung buat apaan..

mungkin saja sebagian orang akan menghabiskan uang tersebut untuk :
pertama dikeluarin dulu zakatnya,, terus lunasin utang - utang yang besar - besar sampai yang sekecil - kecilnya (kalo ada sih..), terus apa lagi ya,, kalo naikin haji ortu masih ada sisanya lagi,,
atau beli rumah dapet yang lumayan jg,kalo beli mobil jg gitu,, traveling ke luar negri atau keliling Indonesia,, ( cukup ga uang segitu ya)
hmm,,lupakah dengan sadaqoh,hak yatim piatu, hak fakir miskin??

…… orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih.” (QS.At-Taubah: 34)

ternyata uang segitu ga ada apa - apanya,,dalam sekejap aja bisa habis.. BILA digunakan untuk hal - hal duniawi seperti yang disebutkan di atas tadi,,

oh ya kalau uang tsb uangku,, salah satunya mungkin aku akan memberikan kepada temen yang kemaren mengadu lagi butuh dana untuk biaya nikah,,hhi,,( ternyata salah tempat buat mengadu,, akupun sama adanya,,hhi )
200 jt hasil jepretanku..

eng.. tapi uang tersebut tetep aja bukan uangku,, uang tersebut hanya numpang sekitar 15 menitan saja dimejaku, tak lama kemudian datang pemilik uang yang akan mengambil uang tersebut,,
yaps..uang tersebut adalah uang untuk perusahaan bongkar muat yang mengerjakan pekerjaan rutin perusahaan dimana aku bekerja.. kurapikan lagi tumpukan - tumpukankemudian kumasukan ke dalam tasnya setelah kuitansi di tangan, kemudian kusodorkan tanda terima,, setelah bukti tanda terima sudah lengkap
jadi deh beralih tangan,, bye bye two hundred million rupiah..kapan - kapan main ke sini lagi yah.. :)

daya tarik uang memang masih saja dan terus akan menjadi pesona indahnya dunia..
dan karena perkara uang (harta-red ) juga yang membuat kita menjadi lalai

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta kamu dan anak- anak kamu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Dan barang siapa_ berbuat demikian, maka mereka adalah orang-orang yang rugi " (QS Al- Munaafiqun:9)


- dari keisengan yang semoga tak melalaikan -

1 Oktober 2010

Lima Bekal Istri Aktivis Dakwah...

admin lagi no idea nih,, sedang gundah gulana.. *ehe.. so biar blog nya tetap eksis tapi ga narsis ini ada hasil copasan dari Dakwatuna.com ,, sudah banyak yang repost sih..tapi ga papa deh buat ngingetin kembali..
Oleh : Anis Byarwati.. isinya tentang bekal untuk istri aktivis atau yang ingin menikah dengan aktivis dakwah... hmm,, bekal buat saya juga berarti,, ok let's read it ... ^_^

Seorang aktivis dakwah membutuhkan istri yang `TIDAK BIASA. Kenapa? Karena mereka tidak hanya memerlukan istri yang pandai merawat tubuh, pandai memasak, pandai mengurus rumah, pandai mengelola keuangan, trampil dalam hal-hal seputar urusan kerumah-tanggaan dan piawai di tempat tidur. Maaf, tanpa bermaksud mengecilkan, berbagai kepandaian dan ketrampilan itu adalah bekalan `standar’ yang memang harus dimiliki oleh seorang istri, tanpa memandang apakah suaminya seorang aktivis atau bukan. Atau dengan kalimat lain, seorang perempuan dikatakan siap untuk menikah dan menjadi seorang istri jika dia memiliki berbagai bekalan yang standar itu. Lalu bagaimana jika sudah jadi istri, tapi tidak punya bekalan itu? Ya, jangan hanya diam, belajar dong. Istilah populernya learning by doing.
Kembali kepada pokok bahasan kita. Menjadi istri aktivis berarti bersedia untuk mempelajari dan memiliki bekalan `di atas standar.
Seperti apa? Berikut ini adalah bekalan yang diperlukan oleh istri aktivis atau yang ingin menikah dengan aktivis dakwah:
1. Bekalan Yang Bersifat Pemahaman (fikrah)
Hal penting yang harus dipahami oleh istri seorang aktivis dakwah, bahwa suaminya tak sama dengan `model’ suami pada umumnya. Seorang aktivis dakwah adalah orang yang mempersembahkan waktunya, gerak amalnya, getar hatinya, dan seluruh hidupnya demi tegaknya dakwah Islam dalam rangka meraih ridha Allah. Mendampingi seorang aktivis
adalah mendampingi seorang prajurit Allah. Tak ada yang dicintai seorang aktivis dakwah melebihi cintanya kepada Allah, Rasul, dan berjihad di jalan-Nya. Jadi, siapkan dan ikhlaskan diri kita untuk menjadi cinta `kedua’ bagi suami kita, karena cinta pertamanya adalah
untuk dakwah dan jihad!
2. Bekalan Yang Bersifat Ruhiyah.
Berusahalah untuk mendekatkan diri kepada-Nya. Jadikan hanya Dia tempat bergantung semua harapan. Miliki keyakinan bahwa ada Kehendak,Qadha, dan Qadar Allah yang berlaku dan pasti terjadi, sehingga tak perlu takut atau khawatir melepas suami pergi berdakwah ke manapun.
Miliki keyakinan bahwa Dialah Sang Pemilik dan Pemberi Rezeki, yang berkuasa melapangkan dan menyempitkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki. Bekalan ini akan sangat membantu kita untuk bersikap ikhlas dan qana’ah ketika harus menjalani hidup bersahaja tanpa limpahan
materi. Dan tetap sadar diri, tak menjadi takabur dan lalai ketika Dia melapangkan rezeki-Nya untuk kita.
3. Bekalan Yang bersifat Ma’nawiyah (mentalitas) .
Inilah di antara bekalan berupa sikap mental yang diperlukan untuk menjadi istri seorang aktivis: kuat, tegar, gigih, kokoh, sabar, tidak cengeng, tidak manja (kecuali dalam batasan tertentu) dan mandiri.Teman saya mengistilahkan semua sikap mental ini dengan ungkapan yang singkat: tahan banting!!
4. Bekalan Yang bersifat Aqliyah (intelektualitas) .
Ternyata, seorang aktivis tidak hanya butuh pendengar setia. Ia butuh istri yang `nyambung’ untuk diajak ngobrol, tukar pikiran, musyawarah, atau diskusi tentang kesibukan dan minatnya. Karena itu, banyaklah membaca, rajin mendatangi majelis-majelis ilmu supaya tidak `tulalit’!
5. Bekalan Yang Bersifat Jasadiyah (fisik).
Minimal sehat, bugar, dan tidak sakit-sakitan. Jika fisik kita sehat, kita bisa melakukan banyak hal, termasuk mengurusi suami yang sibuk berdakwah. Karena itu, penting bagi kita untuk menjaga kesehatan, membiasakan pola hidup sehat, rajin olah raga dan lain-lain. Selain itu, jangan lupakan masalah merawat wajah dan tubuh. Ingatlah, salah satu ciri istri shalihah adalah `menyenangkan ketika dipandang’.

Akhirnya, ada bekalan yang lain yang tak kalah penting. Itulah sikap mudah memaafkan. Bagaimanapun saleh dan takwanya seorang aktivis, tak akan mengubah dia menjadi malaikat yang tak punya kesalahan. Seorang aktivis dakwah tetaplah manusia biasa yang bisa dan mungkin untuk melakukan kesalahan. Bukankah tak ada yang ma’shum di dunia ini selain Baginda Rasulullah?

30 September 2010

saat lelah menyergapi ditengah rutinitas

24 jam dalam sehari mungkin terasa masih kurang, 7 hari dalam sepekan juga begitu dan 30 hari dalam sebulan pun sama ada nya.. begitu..begitu seterusnya
begitulah mungkin orang - orang yang mengisi hidupnya dalam keseharian yang penuh dengan aktivitas yang padat...


PADAT,, lalu apakah yang padat itu bermanfaat ataukah tidak tergantung pada pelakunya..
mencoba menilik kembali apa tujuan kita hidup di dunia ini?? untuk apa Allah swt menciptakan kita sebagai manusia yang kemudian tebarkan di permukaan bumi ini??
dan apakah waktu - waktu yang telah terlewati memiliki nilai / bobot ataukah hanya berlalu begitu saja dengan kesia - siaan,,

nilai/bobot yang dimaksud disini tentu adalah ibadah,, karena kewajiban manusia hidup di dunia ini adalah untuk beribadah kepada Sang pemilik alam semesta
وَمَاخَلَقْتُ الْجِنَّ وَاْلإِنسَ إِلاَّلِيَعْبُدُونِ
Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku. QS. adz-Dzariyaat (51): 56
mulai dari lahir melihat dunia dari yang tadinya tidak ada menjadi ada,,mulai tumbuh beranjak terus hingga mampu menganalisa setiap hal yang haq ( kebenaran ) maupun yang batil ( kemungkaran )
mulai dari masih menjadi tanggungan orang tua hingga memiliki pasangan hidup sampai pada memiliki tanggungan ( Anak - anak ) dan seterusnya dan seterusnya

warna warni dunia yang fana tak jarang membuat diri ini terlena dan lalai,, menjadikan hati kemarau...
MERUGI.... إِنَّ الإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍ .. innal insana lafi husr... Verily, man is in lose.. Sesungguhnya manusia itu berada dalam kerugian,,

termasukkah kita dalam golongan yang dimaksud dalam kalimat Allah SWT tersebut ??
semoga tidak ... na'uzubillah min dzalik

AMAL SHOLEH إِلاَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ Except such as have faith & do righteous deeds... illalazina'amanu wa'amilusholihati.. kecuali orang - orang yang beriman dan beramal sholeh,,

mudah - mudahan kita termasuk yang ini... Allahumma Amin

.. Sudahkah menggunakan masa / kesempatan hidup di dunia ini dengan sebaik - baiknya untuk mempersiapkan bekalan menuju kampung AKHIRAT??

atau hanya menjadikan jalan kita di dunia ini terpaku pada kesalahan pemahaman tentang makna sukses??

menumpuk harta , mengejar tahta , terobsesi sanjung puja ,
hati pun menjadi keras...

ya Allah
Karuniakanlah kepada kami kebahagiaan di dunia tanpa mengurangi hak kebahagiaan kami di akhirat nanti..
amin Allahumma amin..

22 Syawal 1431 H
muhasabah diri ....
>> saat menangis karena rasa takut dan bersalah kita kepada Allah sesungguhnya kita sedang menghisab diri kita sebelum Allah swt yang akan benar - benar menghisab nantinya....

keep Istiqamah kawan !!!

15 September 2010

Akhwat bercadar itu temanku...

-->
kak ichaa.." sayup-sayup suara seorang wanita terdengar memanggilku di tengah gemuruh suara check sound di masjid malam itu
Ku hentikan langkahku mendadak dan mengarahkan pandanganku ke asal suara yg berada tepat di belakang kiri bawah tempatku berdiri..
terlihat seorang wanita yg seluruh tubuhnya ditutupi oleh kain warna coklat tua pekat hanya sepasang matanya saja yg bs kulihat dan mata itu tersorot padaku menjadikan aku mampu mengidentifikasi siapa pemilik mata itu..
muslimah itu adalah Asma ( not d'real name)..
Jalanku yang tergesa2 tadi memang untuk bertemu dengannya,, kami sepakat bertemu malam ini di Masjid Agung
aku tersenyum padanya tapi aku tidak tau apakah ia juga tersenyum padaku,, selanjutnya aku mendekatinya sambil berkata "ya Allah.. asma ya??"
Buru - buru kuraih tangannya yang tersembunyi dibalik kerumunan kain labuh berwarna coklat tersebut,. kugenggam erat tangannya dengan sdikit kuguncangkan yang memang menjadi kebiasaanku saat bersalaman
Kami berpelukan,,kutahan agak lama pelukan itu sambil kuelus - elus punggungnya hingga menyebabkan jilbab extra lebarnya bergoyang2.. entah kenapa terbit rasa haru yg mendalam,aku menjadi melow sejenak..* ihik :(
"kangen banget sama asma"..lanjutku sambil melepas pelukan..
"kak icha habis sakit ya?"ah..ga kok as.." jawabku
mungkin ia menangkap wajahku yg sedikit kelelahan,,*eng..kelelahan ato kucel ya..ehe
Asma gadis manis yg usianya setahun lebih muda dariku itu kini telah merubah penampilannya.. merubah atau berubah? entahlah yg pasti tidak "terubah" (tidak sengaja berubah)..karena ia melakukan hal tersebut dengan penuh kesadaran & keyakinan dirinya..
Yup..Ia kini sudah mengenakan hijab (cadar-red)
aku sudah mengetahui perubahan tersebut dari pernyataannya saat bertukar kabar melalui sms tempo hari,, sudah cukup lama kami tidak bertemu,, sejak ia menyatakan pengundurannya dari barisan dakwah ini
masih teringat saat itu aku dinobatkan sebagai saksi pengundurannya,,*ehe
aku,dia dan guru pembimbing.. kami bertiga duduk di tangga luar masjid dengan tidak ada yg berani saling memandang,,ketiganya mengarahkan pandangannya ke gedung DPRD kota Batam yg tepat berada di hadapan kami,terletak di samping masjid tempt kami berada..
saat itu baru beberapa bulan saja aku mngenalnya dalam sebuah haloqah,
"akhwat yg saklek"..begitulah mungkin aku dan beberapa teman - temanku menilainya..
disaat kami semua tertawa karena tingkah tmn yang lucu,ia hanya mengeluarkan suara tawa & ekspresi datar :|
Dan ada pula teman yang malah menarik diri darinya karena mungkin caranya yg telalu "tight" dalam mengajak pada kebaikan..
Jadi teringat kata - katanya Syeikh Abu Mukmin dari Palestina yang beberapa waktu lalu berkesempatan berkunjung ke Batam..
Dalam sebuah taujih ketika menghadiri acara ifthor jama'i.. beliau mengatakan bila kita melakukan dakwah dengan keras maka kita tidak akan mendapatkan apa yg diinginkan,,
memang benar pernyataan ini,,maksud hati ingin mngajak kepada kebaikan malah berbalik menjadi membenci karena cara penyampaiannya yg salah atau mungkin hanya kurang tepat saja..
dalam QS Al Asr : 3 .... kita harus saling menasehati dalam kebenaran,,namun setelahnya kita disuruh bersabar,, jd untuk menjadi baik atau mengajak kepada kebaikan itu ga' instant,,
Alhamdulillah aku maklum akan sifatnya yang demikian,sehingga walopun bisa dibilang baru kenal tapi sprtinya ia sedikit open padaku,ia pun menjadikanku tempatnya sharing dan jg org pertama yg diberi tau mengenai maksud "beralih manhaj" yang akan ia lakukan..
Aku tidak lantas mendoktrinnya atau men”cap”nya macam2 saat ia mengutarakan keinginannya tersebut ..Tanggapanku kala itu positif karena manhaj yang mjadi pilihannya tsb memang baik dalam hal tauhid dan aqidah.. namun tidak dalam muamalah..
Dan aku tak ingin memaksanya untuk kembali ke barisan dakwah,,apalagi memojokannya,karena itu bukan solusi dan aku pikir hal tersebut hanya akan membuat dia malah menjauhiku..aku begitu paham akan tabiatnya yang keras sehingga ia tidak akan mungkin terpengaruh bila telah benar - benar bulat untuk hal yg sangat2 serius seperti itu..
dan terlihat sekali kala itu ia sangat2 membutuhkan teman untuk berbagi,,aku yang sebenarnya saat itu juga sedang menghadapi klimaks(puncak) suatu masalah yang sedang ku hadapi menjadi berdamai dengan diri untuk tetap serius mndengarkan detil cerita kegelisahan hatinya tersebut..
Ahirnya kami hanya bs melepasnya berjalan terpisah dari kami walaupun insyaAllah tujuan kami sama.. ALLAH Ghayatunna..
Malam berjalan.. Jama'ah i'tikaf satu per satu mulai berdatangan,,
Kami sempatkan mengobrol sedikit,, aku tak lagi dapat melihat ekspresi wajah datarnya itu ,,karena cadar yg menutupi wajahnya.. yaps hampir seluruh wajahnya,,benar2 hanya kedua matanya saja yg terlihat, bahkan jidatnya pun tidak terlihat…( tidak seperti gaya cadarnya Riyanti Cartwight dalam film AAC.. )
Seperti biasa aku selalu bersemangat dalam berbicara,apalagi untuk kesempatan yang jarang seperti ini,, karena dapat dipastikan kami akan jarang untuk bertemu lagi,, memang dia lah teman pertamaku yg bercadar,. Ia sudah tidak bekerja di kantor lagi,dan lebih memilih untuk bekerja di rumah saja..aku pun menanyakan bagaimana perasaannya setelah bercadar? ia menyatakan amat lega walopun terancam diusir dari rumah.. karena orang tua nya yang sedikit bertentangan dengan pilihannya tersebut..
aku sangat prihatin dengan keadaan tersebut,, namun sebenarnya aku bingung harus bersikap bagaimana,,aku hanya berusaha bersikap netral,, perbedaan yg ada tidak perlu dijadikan alasan untuk menjauhi orang seperti Asma ini,, kita tidak tau mana yg lebih baik dimata Allah swt.. yang bisa dilakukan hanya mendo'akannya semoga apapun itu Allah memudahkan jalannya,,
Aku menyarankan ia untuk cepat2 menikah (dan berharap diriku juga demikian :D)..
ia pun menyatakan insyaAllah ia sudah memikirkannya dan sudah ada yg menawarkan nadzhor & ta'aruf padanya..
Semoga dimudahkan.. :)
Di akhir pertemuan aku mengantarnya menuju parkiran motor di belakang masjid,, kami berjalan berdampingan,aku menggandengnya.. karena tampilannya yang seperti ini memberikan kesan ia menjadi lebih tinggi dan lebih kurus.. sekilas aku melihat pantulan kami di kaca yg berjejer di samping kanan ,, terlihat seorang akhwat bercadar berjalan dg akhwat berkacamata dg jilbab pink lebar,berbaju batik maroon pink, dan mengenakan rok pink ke peach2an,,*ihi,, aku suka pemandangan ini,, dulu ketika masih kecil aku takut sekali melihat sosok seperti yang berada di sampingku, tapi kini aku mampu berjalan berdampingan dengannya.. *senangnya
Indahnya persaudaraan.. ^.^
persahabatan ini akan tetap dan terus terjalin ... insya Allah.. :)
Cerita malam itu.. malam 22 Ramadhan 1431 H, Masjid Agung Batam...
senang bisa mengenalmu.. :)

2 Agustus 2010

SSS ( Setara,Sama,Seimbang) ??

"Untungnya cuma perempuan yg melahirkan,kalau laki2 juga melahirkan wah bisa berantakan.. siapa yg ngebantuin ngurus anak?? suami istri dua2nya bakal kasi statement aku juga hamil,,aku juga melahirkan,,juga merasakan sakitnya.."

begitulah celetuk teman sekantorku dengan gaya khasnya saat menjenguk teman kantor yang melahirkan
seketika tawa renyah pecah mendengar celetukannya.. :)kira2 kenapa ya wanita yg harus mengandung dan melahirkan?? sementara lelaki tidak?

ya iyalah udah kodratnya kaliii..hmm,,
Aku langsung teringat sbuah pertanyaan kritis dari sahabiyah di jaman Rasul yang hampir2 mirip sama pertanyaan di atas..


Asma binti Sakan,beliau suka hadir dlm pengajian Rasul SAW,pada suatu hari beliau bertanya " ya Rasulullah SAW,engkau diutus Allah kepada kaum pria dan wanita,tp mengapa byk ajaran lebih byk untuk kaum pria?? kami para wanitapun ingin seperti mereka,kaum pria diwajibkan shalat jum'at sedangkan kami tdk,mereka mengantar jenazah ,sementara kami tidak,mereka diwajibkan berjihad sedangkan kami tdk,bahkan kami harus mengurusi rumah,harta dan anak mereka,kami ingin
seperti mereka,maka Rasul SAW menoleh kpd sahabat sambil b'kata "tdk pernah aku mendapat pertanyaan sebaik pertanyaan wanita ni,, wahai Asma sampaikan kpd seluruh wanita di belakangmu, jika kalian berbakti kpd suami dan bertanggung jawab dlm keluarga kalian, maka kalian akan mendapatkan pahala yang diperoleh kaum pria tadi..


Subhanallah..
so buat para wanita jgn khawatir.. Allah itu maha adil :) dalam urusan ibadah lelaki dan wanita itu setara hanya tingkat keimanannya lah yang membedakan derajat mereka,,
walau bagaimanapun lelaki tidak akan bisa menggantikan posisi wanita dalam hal kodrati seperti hamil atau melahirkan namun tentu keseimbangan itu akan tercapai bila pria pun mengimbanginya dengan saling memberikan kontribusinya dalam rumah tangga,,jadi saling mengisi.. lelaki sdh memiliki tugas dan tanggung jawab yg juga amat berat yaitu memberi nafkah dan tidak sampai disitu aja lelaki wajib membimbing keluarga ( istri dan anak) menuju ke kebaikan untuk meraih JannahNya Allah.. karena kodrat lelaki adalah sebagai pemimpin (qowwam), ia tidak berdiri sendiri namun dipundaknya ada kewajiban atas istri dan anak2nya.. ( bukankah ini lebih berat dari hamil dan melahirkan??? )

kalau pernah liat berita tentang lelaki yang hamil baru2 ini di Amerika itu karena ia pada dasarnya wanita yang sengaja merubah dirinya menjadi lelaki namun tampak luarnya saja yang berwujud laki laki sementara organ dalamnya masih murni wanita, masih memiliki rahim.. jgn lantas mengada ngada kalo laki2 jg ada yg bisa hamil.. kecuali bila Allah berkehendak..

tp berdasarkan cerita sahabiyah di atas wanita yg memperoleh pahala lelaki (suami) tentu yg telah memiliki suami ,, bagi yang belum gimana?? hehe, sementara sambil menunggu tetap bisa meraih keberkahan dan pahala dari Allah swt dengan ibadah lain ^_^ walopun tetep lebih sempurnaan yg udah berkeluarga.. :)

lanjutt..
disitulah letak keseimbangan yg telah Allah SWT atur, semuanya jelas ada di Al Qur'an..
dibedakan bentuknya(pria&wanita) tentu fungsi dan tanggung jawabnya pun beda juga,,kalau lah smua fungsi sama kenapa bentuknya harus dibedakan,, pasti Allah ciptakan aja manusia di dunia ini lakiii2 smua atau perempuaan smuanya..

" Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir"( QS. Ar-Rum:21)

"Ya Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami isteri-isteri dan keturunan kami sebagai penyejuk (pandangan) mata (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa'."
(Qs. Al-Furqaan: 74)

Jika kita bicara mengenai keadilan antara pria dan wanita dalam Islam, kita tidak membahas masalah besarnya angka,kalau dinilai berdasarkan kuantitas yg sama maka pasti akan ada yang beranggapan begini,,betapa tidak adilnya Islam saat m'bagi hak waris, mengapa bagian laki2 lebih banyak yaitu 1/2 bagian sedangkan wanita hanya 2/3 bagiannya saja??


tunggu dulu..jgn buru2 meng"iya"kan
lalu jawabannya mengapa demikian..karena laki2 memiliki tanggung jawab atas istri dan anaknya pastinya bagian laki2 tdk hanya diperuntukkan untuk dirinya sendiri namun dari bagian yg 1/2 tersebut secara otomatis jg ada hak istri dan anak2nya juga
sementara bagian wanita walaupun hanya 2/3 tetapi tidak di bagi lagi hanya diperuntukkan untuk dirinya sendiri dan ia pun akan mendapatkan bagian dari suaminya.. dan kalaupun ia menggunakan untuk biaya kehidupan rumah tangga hal itu dilakukan hanya ingin membantu meringankan beban suami dalam membiayai keluarga..( adil itu bukansama tapi seimbang )
di saat kaum liberalisme dan feminism sibuk berkoar2 masalah persamaan gender dengan dalih emansipasi ,sebenarnya jauh sebelumnya Al Qur'an sudah menetapkan kedudukan pria dan wanita,,

"Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka)" ( Q.S An.nissa : 34 )

lelaki memang diciptakan lebih ( dilebihkan ),, maksudnya agar mereka menjadi pemimp

in bagi wanita dengan segala kelemah lembutan .. namun bukan berarti segala kewenangan ada pada mereka,,wanita diciptakan untuk mendampingi lelaki.. yah semacam simbiosis mutualisme lah,,

" untuk urusan dapur dari namanya masak, cuci piring, bersihin rumah,ngurus anak itu gak mutlak kewajiban istri, gak ada dalilnya yang menyatakan demikian tapi itu semua menjadi kewajiban bersama ( suami istri ), kalaupun itu menjadi kewajiban istri seperti yang banyak kita lihat di masyarakat itu hanyalah produk budaya.."salah satu ungkapan seorang teman yang aku temukan hasil obrak abrik arsip di messenger ku...
dalam hal urusan rumah tangga suami istri harus bekerja sama namun walau gimana pun posisi lelaki tetap pemimpin bagi wanita.. dia lah panutan , dia lah kepala keluarga, dia lah nakhoda dan wanita tetap menjaga kewibawaan suami karena bagi wanita yang telah menikah insya Allah ridho suami adalah ridho Allah swt

>> sepulang dari rumah sakit, seorang bapak yang juga teman sekantorku mengabsen siapa2 aja yg belum dapat giliran melahirkan ( menikah ),tersebutlah salah satunya namaku.. aku tanggapi dengan hanya tersenyum dengan senyuman yang terpaksa di buat2..hihi :D
ayoo siapa lagi nih yg nyusul,,cepetan2.."menikah itu enak loh,,jadi lebih terarah,,pokoknya enaklah "kata seorang mba yg sdh menikah kepancing komporan si bapak..
"kamu tuh apalagi yg ditunggu?kuliah udah selesai,kerja udah,,usia udah cukup..apa perlu bpk cariin jodoh? atau sdh ketemu jodohnya?"kali ini semua pertanyaan itu di arahkan kpd ku..
lagi2 hanya bisa tersenyum dan berucap santai "setiap hari juga udah ketemu jodoh (alamat kantorku) kok pak" ehhee.. padahal dalam hati teriak "menikah?? kabulkanlah ya Allah" :)

Sya'ban 1431 H

ditulis dg penuh semangat disela2 pkerjaan kantor yg menumpuk,,saking smangatnya mrasa nih tulisan berantakan bgt ya..afwan,,mdh2an pembaca paham akan mksud dari tulisan ana ini..mohon koreksi bila ada tersilapp ^_^