9 September 2018

Bahagia bersama Ibu Profesional



Ketika ada seseorang yang memiliki tujuan yang sama dengan kita, pada satu titik kita pasti akan bertemu di jalan yang sama hingga pada akhirnya perjalanan kita tidak lagi perjalanan seorang diri 

- Kurniawan Gunadi -

Itulah suatu kalimat yang akhirnya saya akui kebenarannya

diawal kemunduran saya sebagai ibu bekerja di ranah publik, beberapa bulan setelahnya saya masih menikmati "kebebasan" namun lama kelamaan kok jadi " kebablasan " .
Meski sudah terpikir akan melakukan apa saja setelah resign ( baca juga : cerita waktu resign )
namun setelah terjun langsung ke dunia nyata full time mommy, nyatanya mengaplikasikannya tak semudah yang dibayangkan

berbagai pertanyaan mulai bermunculan dibenak saya

apakah menjalani kehidupan ibu rumah tangga akan begini saja
menjadi IRT yang hanya mengikuti arus seperti IRT pada umumnya, menjalani pagi hingga pagi lagi seperti kebiasaan ibu ibu yang mungkin itu kebiasaan sejak ibu ibu kita dahulu dari zaman ke zaman, ada pergolakan batin yang tidak terima

Apakah saya sudah benar mendidik anak ?
Apakah saya akan menjadi ibu yang baik?
Apakah saya mampu membimbing anak anak saya dengan baik?
Apakah lainnya..


Mengenal Institut Ibu Profesional 

Dari pertanyaan pertanyaan yang muncul tersebut akhirnya saya menyimpulkan bahwa saya butuh ilmu karena menjalani profesi saya saat ini sebagai ibu rumah tangga adalah suatu ibadah atau amalan yang mana dalam setiap amalan maka diperlukan pula ilmu, jika tidak maka akan tersesat atau sia sia

karena tujuan awal saya ingin berada di rumah adalah ingin menjadi madrasah pertama dan utama bagi anak maka mulailah saya mencari ilmu yang berhubungan dengan pengasuhan dan pendidikan anak, mengumpulkan dan membaca baca buku tentang parenting
buku ayah Edy, buku Kiki Barkiah

juga browsing di internet dan hasil penelusuran saya sampailah di sebuah situs Institut Ibu Profesional yang juga telah menelurkan 4 buku, awal perkenalan saya dengan IIP dan sosok Ibu Septi Wulandani founder IIP adalah sebatas ingin membeli 4 buku nya tersebut
saya lupa bagaiman cerita akhirnya saya di arahkan untuk menghubungi salah satu anggota IIP terdekat yaitu yang berdomisili di Karimun dari sana saya pun bergabung dalam WAG IIP Karimun yang ternyata banyak yang berasal dari Batam kota tempat saya tinggal dari situlah awal saya mencemplungkan diri dalam ke-IIP-an yang bahkan sebelum IP Batam terbentuk

Singkat cerita terbentuklah IP Batam yang berawal dari WAG IIP Karimun tadi
Bisa dibilang saya termasuk asabiqunal awalun nya IP Batam bersama dengan sang Leader mba Erli Oktania meski saya tidak memiliki andil yang sangat berarti bagi terbentuknya IP Batam namun saya menyaksikan kegigihan sang Leader dalam membentuk IP Batam

Tergabung dalam kelas Matrikulasi batch 2 bersama mba Leader namun gagal di tengah jalan karena ketidakmampuan saya mengikuti materi saat sedang hamil muda, dengan berat hati terpaksa saya mundur dan masuk kelas remidi dan akhirnya lulus di batch 4

Saat Wisuda Matrikulasi


Saya bersyukur akhirnya Allah SWT menjawab do'a saya untuk dipertemukan dengan orang orang yang memiliki pandangan yang sama atau hampir sama dengan saya baik dalam hal mendidik anak maupun beberapa hal lainnya
berada dalam kumpulan orang orang yang memiliki visi misi yang sama membuat diri ini menjadi kuat karena tidak merasa sendiri
nyambung ajaa..

setelah IIP resmi terbentuk, saya pun mendapat amanah untuk menjadi PJ salah satu rumah belajar yaitu PJ Rumbel Craft yang kata Manajer Offline kala itu saya dipilih karena passion saya di bidang craft, walau ada perasaan kurang percaya diri namun bismillah saya menerima tawaran tersebut

Formasi awal kepengurusan IP Batam

meski hingga kini saya merasa belum berkontribusi secara maksimal baik dalam kepengurusan IP Batam maupun kegiatan lainnya namun berkumpulnya saya dalam komunitas ini membuat saya tak henti hentinya bersyukur karena dari sana sangat banyak ilmu yang saya dapatkan guna menunjang profesi ke-IRT-an saya yang tak ingin biasa biasa saja tersebut

Alhamdulillah saya bahagia berada dan menjadi salah satu bagian dari Ibu Profesional bahkan Allah SWT pun sudah memperkenankn saya bertemu dengan foundernya langsung yang sangat ramah dan sangat menginspirasi

#Sepekanbercerita
#RumbelmenulisIPBatam
#RumahbelajarmenulisIPBatam
#Ibubahagia
#bahagiaberkomunitas







10 Agustus 2018

Weekend ceria

Akhir pekan telah tibaa..
Walaupun anak anak tidak bersekolah formal dan kebanyakan aktivitas dilakukan di dalam dan di luar rumah
Namun akhir pekan tetaplah menjadi hari yang paling dinantikan oleh anak anak ( baca : emaknya anak anak ) karena bisa berquality time lebih panjanh bersama abinya
Biasanya aktivitas yang sering mereka lakukan bersama adalah bermain "borara", challenge menahan geli, jalan jalan

Namun karena dari semalam abi sedang kurang sehat maka pagi sabtu ini kami tidak sarapan di luar seperti biasanya
Abi harus istirahat kembali seusai sholat subuh
Setelah selesai sarapan di rumah, anak anak terlihat bosan karena tidak bisa bermain bersama abinya
Maka saya pun mengajak mereka bermain di halaman belakang rumah, melihat alat bersih bersih di belakang saya pun mengambil alat pembersih kaca dan mulai membersihkan kaca jendela belakang
Tanpa instruksi anak anak pun dengan segera langsung mengambil alih pekerjaan saya

kakak beradik membersihkan jendela

Sempat terjadi aksi rebutan antara kakak sulung dan kakak tengah,namun akhirnya mereka setuju untuk berbagi tugas,kakak yang semprot kemudian adik yang membersihkan

berebutan alat bersih kaca

Anak bayi satu tahun pun tidak mau kalah, adik Dalil pun ikut manjat kursi untuk meraih jendela menirukan aksi kakak kakaknya 


Dek Dalil mau bantu kakak


Setelah bersih bersih jendela selesai mereka pun melanjutkan bermain sepeda yang hanya berputar putar di sekitaran halaman belakang saja 
Tak lama terdengar suara mobil roti langganan, mereka pun berhamburan ke depan untuk membeli roti dan aktivitas selanjutnya adalah makan roti bersama



Setelah makan roti selesai, saya menengok kondisi abi sebentar ke kamar, kemudian kembali lagi ke halaman belakang dan mendapati ternyata anak anak sedang berolahraga haha

saat ditanya " kakak lagi apa? " 
" lagi yoga lah mi "




Meski tidak maksimal main bersama abi weekend kali ini namun aktivitas penggantinya pagi itu membuat weekend tetap ceria
Demikian kisah kami teruntuk mba Evi pemenang arisan kali ini


Batam, 10 Agustus 2018

26 Juli 2018

Lubnah of Makasar, Lubna of Cordoba masa kini

Beberapa waktu lalu saya tak sengaja terbaca sebuah buku milik anak saya, buku yang berisi hanya beberapa lembar itu adalah bonus dari sebuah produk anak yang saya belikan untuknya
Tujuannya untuk memperkenalkan anak dengan tokoh muslim yang ada di dunia

Buku tersebut menceritakan profil seorang tokoh sejarah muslimah yang bernama Lubna of Cordoba, jujur saya memang baru mengetahui bahwa ada nama tokoh tersebut, dari namanya saya langsung teringat dengan seorang sahabat satu komunitas di Ibu Profesional Batam bernama Lubnah Lukman , Ibu muda putih manis, enerjik nan selalu ceria yang akrab disapa mba Unna berasal dari kota Makasar

saat membacanya saya langsung tersenyum dan bergumam

"namanya mirip mba unna"

Diawal perkenalan saya dengan mba unna pun saya sempat mengagumi namanya yang saya nilai termasuk kategori nama yang bagus dan tidak biasa

setelah membaca kisah di dalam buku tersebut saya pun menyimpulkan bahwa antara Lubna of Cordoba dan Lubnah Lukman tidak hanya memiliki kesamaan nama, namun ternyata ada beberapa kesamaan lain

Wahh kira kira kesamaan apalagi ya yang dimiliki oleh mereka berdua ?

Dalam benak saya langsung terbesit bahwa mungkin saja saat hendak menyematkan namanya dahulu orang tua mba Unna terinspirasi dari tokoh ini dan mendo'akan agar anaknya kelak menjadi seperti tokoh tersebut

membaca kisah di dalam buku tersebut saya pun menyimpulkan bahwa ada beberapa kesamaan dari Lubna of Cordoba dan Lubnah of Makasar 😆

1. Nama
Sama2 memiliki nama depan Lubna hanya penulisannya saja yang sedikit berbeda, Lubna zaman dahulu hanya Lubna saja sementara Lubna zaman now ada tambahan huruf h dibelakangnya

2. Passion
Ternyata Lubna of Cordoba adalah seorang juru tulis dan pemimpin perpustakaan
Yang tidak jauh berbeda dengan Lubnah dari Makasar yang hidup di zaman ini, ia adalah pecinta menulis, seorang blogger sejati

3. Gigih
Lubnah of Cordoba memiliki kegigihan dalam memperjuangkan buku dan perpustakaan kerajaan
Sebagai PJ rumah Belajar Menulis IP Batam, saya mengenal mba Unna sebagai seorang yang banyak memiliki ide cemerlang yang gigih dalam memperoleh keinginannya

Bahkan yang masih fresh adalah atas izin Allah swt berkat ide dan usahanya dalam mengusahakan kami anggota rulis IP yang ia ketuai bisa merasakan bagaimana rasanya membuat buku antologi 

Wahh siapa sangka mba Unna yang saya kenal mewarisi sifat pejuang muslimah dunia
Mudah mudahan saya tidak terlalu berlebihan dalam menyama nyamai seorang mba Unna dengan pejuang muslimah tersebut
Karena saya memang sedikit terkesima ternyata ada kesamaan dalam hal yang berhubungan dengan dunia tulis menulis dan buku hanya beda zaman saja

Yang istimewanya di belakang nama Lubnah tertera nama Lukman ( mungkin ini nama ayahnya )
Lukman pula adalah seorang tokoh yang memiliki ilmu dalam pengasuhan dan pendidikan anak sehingga namanya pun menjadi nama surah dalam Al Qur'an
Maka bila dilihat dari nama Lubnah Lukman maka semakin sempurnalah do'a dan harapan orang tua mba Unna agar anaknya menjadi seperti namanya karena saat ini pun mba Unna sedang giat giat nya belajar tentang pengasuhan dan pendidikan anak yang sudah pula diaplikasikan kepada anak anaknya

Maaf ya mendadak saya malah jadi penafsir nama haha😂

Namun sayangnya mba Unna hanya dizinkan Allah swt mengemban amanah untuk bersama sama di IP Batam setahun saja karena tetapnya mulai hari ini ia sudah hijrah ke kota dimana suaminya ditugaskan dari instansi tempat ia bekerja

Sedih tentu saja
Sebagai seorang istri dan ibu semoga ditempat yang baru mba Unna tetap menjadi Lubnah yang selalu menginspirasi dalam kebaikan
Terus berkarya mba Unna

Barakallah
dari tetangga yang tak jadi

10 Juni 2018

Emak dan Teknologi

Bicara mengenai teknologi bagi emak emak di jaman ini tak dipungkiri lagi emak jaman ini bukanlah emak jaman itu
Karena kini seorang emak bukan hanya seseorang yg hanya berkutat di dapur,sumur dan kasur hehe

Emak kini tidak selalu berada dibelakang layar, namun tak jarang peran emak sangat berpengaruh besar dalam perkembangan teknologi, bahkan siapa sangka dibalik canggihnya suatu sistem sebuah perusahaan atau instansi negara programer nya adalah seorang emak

Dan selain itu juga kini kita berada dalam dunia dimana selalu membutuhkan sebuah teknologi dalam menunjang segala macam jenis kegiatan kita
Contohnya : ponsel menjadi alat yang sangat vital saat ini karena fungsinya yang  tidak lagi hanya untuk menghubungi seseorang melalui pesan suara dari jarak yang jauh namun lebih dari itu sebuah ponsel dapat memiliki fungsi yang sangat luas ( usefull )
Dunia berada dalam genggaman, karena dari sebuah benda bentukan teknologi masa kini yang terkoneksi dengan sebuah jaringan membuat kita mampu menembus dunia

Beberapa hari lalu saya agak sedikit dibuat repot karena ponsel saya berulah
Tidak bisa di charge dan terisi sangat lambat
Padahal di saat yang sama sedang menunggu kepastian orderan roti jala dan catering lebaran dan ingin memberikan kabar kepada suami dan lain sebagainya
Namun karena alat komunikasinya sedang bermasalah maka banyak hal yang tertunda dan miskom alias miss komunikasi
Dan demi menunjang segala kegiatan saya tersebut, maka terpaksa saya membeli ponsel cadangan hehe

Selain untuk komunikasi, keberadaan ponsel dan gadget lainnya juga sangat berpengaruh bagi saya yang juga adalah seorang emak
Dimana emak jaman kini yang ingin menambah ilmu dan wawasan tidak perlu repot repot datang ke kampus untuk kuliah karena emak sudah cukup repot dengan segala aktivitasnya di rumah

Ada perkuliahan online, seminar online ( webinar ), diskusi online dan sebagainya yang tentu saja bisa dilakukan sambilan dengan tetap bisa mengurus anak anak dan rumah
Untuk itu bila bicara tentang me and technology  teknologi sangat penting bagi saya dan semoga Allah swt selalu memberikan saya kemampuan untuk menggunakan teknologi menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi diri saya juga orang  disekitar saya, tidak diperbudak teknologi namun menchallenge diri untuk selalu mampu bijak menggunakan teknologi

Tulisan singkat ini teruntuk akak Eka yang selalu melek teknologi, makasih untuk tema nya